Kekerasan Seksual di Sekolah: Kasus-Kasus

/, Blog/Kekerasan Seksual di Sekolah: Kasus-Kasus

Kekerasan Seksual di Sekolah: Kasus-Kasus

2015-04-30T14:25:17+00:00 30-April, 2015|Categories: Artikel, Blog|Tags: |

“Semua orang beresiko mengalami kekerasan seksual. Yang penting, lakukan tindakan pencegahan. Dan segera laporkan peristiwa kekerasan seksual yang telah terjadi. Jangan takut, karena itu bukan salah korban.”

Kekerasan seksual dapat dialami oleh siapa saja. Baik anak-anak, remaja, maupun dewasa. Adapun pelakunya, sebagian besar, adalah orang yang dikenal korban. Bahkan, menurut  National Sexual Violence Resource Center, 1 dari 4 anak perempuan dan 1 dari 6 anak laki-laki beresiko mengalami kekerasan seksual sebelum mereka berusia 18 tahun. Dan sebanyak 90% pelaku memiliki hubungan keluarga dengan korban atau berasal dari lingkungan terdekat, seperti tetangga, teman, pasangan, dan guru.

Selain itu, Sobat Remaja tahu gak sih, bahwa dua tempat yang paling beresiko terjadi kekerasan seksual di dalamnya adalah rumah dan sekolah? Yups, seperti berita menghebohkan tentang kekerasan seksual yang terjadi di sebuah sekolah internasional di Jakarta beberapa waktu lalu, faktanya memang sekolah bukanlah sebuah tempat yang sepenuhnya aman dari kekerasan, termasuk kekerasan seksual. Baik yang dilakukan oleh sesama siswa ataupun guru dan staf sekolah.

Kekerasan seksual tidak hanya terjadi di sekolah umum, tapi juga di sekolah berbasis agama. Banyak di antaranya tidak tercium media. Lebih banyak lagi yang tidak dilaporkan ke pihak berwenang. Adapun beberapa contoh kasus kekerasan di sekolah yang diberitakan di media online adalah:

  1. Menurut data dari Direktur Legal Resources Cencer untuk Keadilan gender dan Hak Asasi Manusia Jawa Tengah, ada sekitar 100 santri berusia 14-18 tahun, yang menjadi korban kekerasan seksual di sejumlah pondok pesantren (ponpes) di beberapa kota di Jawa Tengah selama tahun 2011. Bentuk kekerasan seksual yang dialami korban diantaranya sodomi, pelecehan seksual, dan kawin paksa. Dan pelakunya adalah para pengasuh ponpes, seperti kiai, dan ustad atau guru. Modusnya diantaranya, mengancam korban atau dijanjikan akan masuk surga.
  2. Pada Februari 2013, seorang siswi SMAN 22 Jakarta Timur melapor telah dicabuli oleh wakil kepala sekolahnya.
  3. Pada Oktober 2013, seorang siswa SMPN 4 Jakarta Pusat menjadi korban pelecehan seksual oleh sejumlah teman sekolahnya. Dan adegan pelecehan tersebut direkam dengan handphone dan videonya beredar di kalangan siswa. Orang tua korban tersebut segera melaporkan kasus itu.

 

Baca lengkapnya di sini.

 

Fatimah – Tim Riset dan Advokasi SeBAYA PKBI Jawa Timur