3 Jenis Pil: Jika Kamu Melakukan Hubungan Seks Tidak Aman

/, Blog/3 Jenis Pil: Jika Kamu Melakukan Hubungan Seks Tidak Aman

3 Jenis Pil: Jika Kamu Melakukan Hubungan Seks Tidak Aman

2015-10-16T10:57:22+00:00 16-Oktober, 2015|Categories: Artikel, Blog|Tags: , , |

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”DENGAR”]
Sobat ASK ingin ngobrol soal sesuatu yang nggak banyak dibicarain orang, padahal sebenarnya penting diketahui: kontrasepsi darurat alias kondar. Pada dasarnya, kondar adalah jenis kontrasepsi yang dapat mencegah kehamilan bila digunakan segera setelah hubungan seksual. Kondar kadang disebut sebagai kontrasepsi pasca-senggama atau morning after pill.

Nah, untuk kali ini, Sobat ASK mau ngobrol khusus soal kondar dalam bentuk pil. Ada beberapa manfaat kondar yang harus kamu tahu sebelum kita mulai, yaitu:

  1. mencegah kehamilan yang tidak diinginkan,
  2. bukan pil penggugur kandungan,
  3. cara kerjanya alami sehingga tidak mempengaruhi kesuburan dan siklus haid berikutnya,
  4. efek sampingnya ringan dan tidak menetap.

Dan biar kamu enggak asal pakai, ini indikasi atau alasan-alasan yang oke untuk menggunakan kondar.

  1. Untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. Bila melakukan hubungan seks tanpa kontrasepsi pada masa subur atau terjadi kesalahan dalam penggunaan kontrasepsi.
  2. Bagi perempuan korban perkosaan. Sebaiknya kejadian perkosaan itu jangan lebih dari 72 jam atau 3 hari sebelum penggunaan kondar, tapi sekarang menurut data dari World Health Organization (WHO), kondar masih efektif bagi korban sampai dengan 120 jam atau 5 hari setelah kejadian.

Sebelum mulai, kamu harus ingat kalau kondar tidak boleh digunakan pada perempuan yang hamil atau yang diduga hamil.

 

Ada beberapa jenis pil kondar yang ada di pasaran. Semuanya punya kelebihan, kekurangan, dan karakteristik masing-masing.

1. Pil Kombinasi
Dalam metode ini, kamu meminum pil KB biasa yang berisi kombinasi antara estrogen (ethynilestradiol) dan progesteron (levonorgestrel atau dl-norgestrel).

Untuk pil dosis tinggi (CONTOH PIL NEOGYNON) yang berisi ethynilestradiol 50 mg dan lovenorgestrel 250 mg (atau dl-norgestrel 500 mg), kamu harus meminum 2 pil paling lama 72 jam setelah hubungan seksual tanpa perlindungan. Lalu 12 jam minum lagi 2 pil.

Untuk pil dengan dosis lebih rendah (misalnya, Microgynon) yang berisi ethynilestradinol 30 mg dan levonorgestrel 150 mg atau (dl-norgestrel 300 mg), 4 buah pil harus diminum paling lama 72 jam setelah hubungan seksual tanpa perlindungan, diikuti meminum 4 pil 12 jam kemudian.

 

2. Pil Progestin
Pil ini biasa disebut pil mini atau pil KB untuk perempuan yang menyusui. Mengandung 0,75 levonorgestrel dan dipakai dalam dua tahap. Tahap pertama, minum dalam waktu kurang dari 72 jam setelah hubungan seks tanpa perlindungan sebanyak satu pil. Lalu 12 jam kemudian minum 1 pil.

Pil ini mengurangi risiko kehamilan sebanyak 88% dan cenderung punya efek samping (seperti mual, muntah, sakit kepala, pusing, dsb) yang lebih ringan ketimbang pil kombinasi. Pil ini dijual dalam merek Postinor 2 atau Post Pill.

 

3. Pil Estrogen
Untuk pil ini, kamu harus meminum 2 buah pil 10 mg terus menerus selama lima hari. Dan paling telat, kamu mulai meminum dalam waktu 3 hari setelah berhubungan seks tanpa perlindungan. Efek samping yang mungkin kamu rasakan adalah mual, muntah, sakit kepala, dan pusing.

Pil kondar memang berguna banget untuk situasi darurat. Tapi ingat, pil kondar tidak bisa dipakai untuk pemakaian rutin dan terus menerus. Dengan adanya pil kondar, bukan berarti kamu bisa seenaknya berhubungan seks tanpa pengaman karena nggak takut hamil. Kondar tidak akan melindungi kamu dari berbagai penyakit menular seksual. Jadi, bermain yang aman ya.

 

Kalau kamu masih punya pertanyaan, jangan khawatir karena #KamuTidakSendirian. Ada konselor dan klinik di Direktori Komunitas kami yang bisa dan mau kamu ajak ngobrol soal beginian, dan bahkan bisa membantu kamu kalau kamu kesulitan mencari pil kondar. Jangan ragu menghubungi kami. Mencegah memang lebih baik daripada mengobati, tapi mengobati lebih baik daripada mendiamkan. 🙂

 

 

Referensi:
https://srihardianihr.wordpress.com/2014/05/08/alat-kontrasepsi-darurat/
Artikel sudah melalui review profesional oleh dr. Ramona Sari

Sumber foto:
jurnalsehat.com