10 Contoh Seksisme yang NGESELIN

/, Blog/10 Contoh Seksisme yang NGESELIN

10 Contoh Seksisme yang NGESELIN

2016-01-13T12:11:15+00:00 13-Januari, 2016|Categories: Artikel, Blog|Tags: , , |

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”DENGAR”]
Secara sadar atau enggak, kita semua tinggal di masyarakat yang seksis. Eh, tapi emangnya apa itu seksisme?

Gampangnya, seksisme adalah diskriminasi yang dilakukan berdasarkan gender atau jenis kelamin seseorang. Seksisme bisa dilakukan oleh dan kepada siapa saja, terutama pada perempuan.

Contohnya? Sobat ASK punya 10 contoh seksisme di kehidupan sehari-hari yang NGESELIN banget!

 

1. Saat orang beranggapan kamu enggak bisa berpikir sehat.

YANG MEREKA BILANG: “Perempuan kan lebih perasa, laki-laki lebih rasional.”

PADAHAL: Menurut penelitian yang dilakukan oleh Mindlab, sebenarnya laki-laki justru LEBIH emosional daripada perempuan. Bedanya, laki-laki menyembunyikan emosi mereka. Ini karena laki-laki diajarin bahwa cowok yang emosional itu cengeng dan enggak maskulin. Oleh karena itu, cowok merasa malu dan enggak nyaman nunjukin emosi. Ini yang bikin mereka seolah-olah lebih rasional daripada perempuan.

Padahal, mau dia laki-laki atau perempuan, semua manusia bisa berpikir rasional dan bisa juga emosian. Namanya juga manusia!

KADAR NGESELIN: 3/10 (bikin pengen cubit-cubit lucu)

 

2. Saat kamu nonton film di mana perempuannya enggak cuma bisa teriak-teriak minta tolong.

YANG MEREKA BILANG: “Wah, kok jagoannya perempuan? Lakinya malah lemes?”

PADAHAL: Emang salah ya kalau ada perempuan yang jagoan? Ini bukan masalah yang baru, lho. Industri film dan hiburan sudah sering banget dikritik gara-gara selalu menunjukkan sosok perempuan yang lemah dan butuh pahlawan laki-laki. Makanya, karakter kayak Rey di film Star Wars: The Force Awakens baru-baru ini keren banget! Karena dia jagoan tanpa harus sok-sokan niruin gaya laki-laki dan tanpa banyak bergantung sama laki-laki!

KADAR NGESELIN: 3.5/10 (bikin pengen towel-towel pipi kamu)

 

3. Saat kamu dianggap lemah gemulai dan laki-laki semuanya #setrong kayak Ade Rai.

YANG MEREKA BILANG: “Masa perempuan kerja fisik? Kan perempuan lebih lemah!”

PADAHAL: Kata siapa perempuan otomatis lebih lemah dan enggak bisa kerja fisik? Ketahuan nih kalau kamu belum pernah disupirin sama driver ojek perempuan, digalakkin sama kernet Metro Mini yang perempuan, atau melihat ibu-ibu tukang jamu yang jalan kaki ke mana-mana bawa bakul jamu yang seberat beban masa lalu kamu.

Kekuatan fisik seseorang itu dipengaruhi oleh kebugaran tubuhnya dan seberapa rajinnya dia berolahraga dan menerapkan pola hidup sehat. Perempuan yang atlet bela diri jelas bakal jauh lebih kuat dan bad ass dari laki-laki yang kerjaannya goler-goleran di kosan melulu.

KADAR NGESELIN: 4/10 (bikin pengen tempeleng manis kepala kamu)

 

4. Saat kamu disuruh ngurus rumah sendirian karena laki-laki “enggak pantes” melakukan itu.

YANG MEREKA BILANG: “Dih! Ogah banget aku bantu ngurus anak. Itu kan kerjaannya perempuan!”

PADAHAL: Emang sih, dari jaman kakek kamu masih ganteng sekalipun, yang namanya buku PPKN pasti bilang kalau peran ibu adalah merawat rumah dan peran Bapak adalah mencari nafkah.

Tapi plis deh, masih aja kayak begitu? Merawat rumah dan mengurus anak (kalau sudah punya) adalah tanggung jawab semua orang, baik laki-laki maupun perempuan. Dan akui saja deh: Enggak ada yang lebih bikin baper daripada laki-laki yang jago ngurusin anak kecil.

1471356_759933810699090_1062554723_n

Sumber foto: lakilakipeduli.org

KADAR NGESELIN: 4.5/10 (bikin pengen uwel-uwel rambut kamu)

 

5. Saat pencapaian dan usaha kamu dianggap spesial hanya karena kamu perempuan.

YANG MEREKA BILANG: “Wah, hebat ya kamu cewek tapi bisa bikin usaha sendiri!”

PADAHAL: Ya kalau kamu cewek tapi bisa bikin usaha sendiri emangnya kenapa? Seolah-olah perempuan begitu lemah dan enggak bisa mikir ya. Padahal, selama kamu ulet dan mau bekerja keras, sebenarnya enggak ada bedanya juga kamu perempuan atau laki-laki, kan?

KADAR NGESELIN: 4.8/10 (bikin pengen jambak-jambak mesra rambut kamu)

 

6. Saat kamu dituduh mens hanya karena kamu lagi emosi.

YANG MEREKA BILANG: “Kamu kok marah-marah melulu, sih? Lagi mens ya?”

PADAHAL: Woi. Kenapa sih ini. Oke, memang faktanya menstruasi bisa melakukan hal-hal seru pada hormon perempuan, sehingga mereka memang jadi lebih sensitif. Tapi, wahai laki-laki, coba bayangin gimana perasaanmu kalau setiap bulan, tubuhmu kram dan nyeri dan darah mengalir keluar berhari-hari.

Jadi, kalau ada perempuan yang kesal atau emosian sama kamu, belum tentu mereka sedang menstruasi. Mungkin, kamu memang nyebelin aja.

KADAR NGESELIN: 5.5/10 (bikin pengen jambak-jambak mesra rambut ketek kamu)

 

7. Saat kamu enggak boleh terlalu pinter karena calon suami kamu bakal minder.

YANG MEREKA BILANG: “Kamu jadi perempuan jangan pinter-pinter amat, nanti suami kamu enggak nyaman dan merasa tersaingi.”

PADAHAL: Pertama-tama, bukannya punya istri dan ibu yang pinter itu bagus? Kamu bakal punya pasangan yang lebih pintar mendidik anak, mengatur hidupnya sendiri, dan punya rekan yang bisa membantu kamu menjaga rumah tangga. Seru, kan? Laki-laki yang hebat dan punya harga diri enggak akan minder hanya karena dia punya pasangan yang pintar. Justru, dia bakal bangga dan makin senang.

KADAR NGESELIN: 7/10 (bikin pengen pukul-pukul manja bahu kamu)

 

8. Saat kamu disuruh nurut sama pasangan kamu hanya karena dia laki-laki.

YANG MEREKA BILANG: “Kan aku laki-laki, aku nanti bakal jadi kepala rumah tangga! Kamu pokoknya harus nurut sama aku!”

PADAHAL: Di mana-mana, pemimpin yang baik itu enggak seenaknya sendiri. Kamu dan pasangan kamu harusnya jadi partner yang setara dan saling menghormati, bukan malah menginjak harga diri si perempuan kayak begini.

Eh kok jadi serius. Intinya, hubungan kamu bakal jauh lebih indah dan nyaman kalau kalian terbiasa berdialog, saling menghargai, jujur dan terbuka pada satu sama lain, dan mengambil keputusan bersama. Hanya karena kamu laki-laki, bukan berarti kamu berhak berbuat seenaknya sendiri.

KADAR NGESELIN: 8/10 (bikin pengen pukul-pukul manja muka kamu)

 

9. Saat kamu harus lebih sering mendekam di rumah karena kamu perempuan.

YANG MEREKA BILANG: “Kamu kan perempuan, jangan sering-sering keluar rumah, apalagi pulang malam. Malu sama tetangga, nanti kamu dikira perempuan nakal.”

PADAHAL: Siapa tahu, kamu pulang malam karena ada kerjaan atau PR yang harus dikerjain rame-rame. Siapa tahu, kamu sering jalan-jalan karena kamu hobi travelling dan pengen dapat banyak pengalaman baru. Atau siapa tahu, kamu manusia. Dan manusia butuh rekreasi, butuh keluar rumah, dan butuh berinteraksi dengan manusia lain.

Hanya karena kamu sering keluar rumah, bukan berarti kamu perempuan nakal. Emangnya kamu genderuwo, harus jadi penunggu rumah melulu?

KADAR NGESELIN: 9/10 (bikin pengen elus pipi kamu pakai piring hotplate)

 

10. Saat kamu dianggap pamer badan dan tidak senonoh, padahal baju kamu biasa aja tuh.

YANG MEREKA BILANG: “Eh, kamu enggak usah pamer badan gitu deh. Nanti kamu bikin nafsu orang, terus diperkosa.”

PADAHAL: Mau kamu pakai jilbab atau hotpants, baju yang kamu kenakan adalah hak kamu. Selama kamu nyaman, enggak ada yang berhak ngatur-ngatur selain dirimu sendiri.

Dan satu lagi: pemerkosaan dan pelecehan bukan salah korban. Tapi salah pelaku yang mikirnya jorok dan bertindak tidak senonoh. Mau kamu pakai hijab, pakai kaos, atau pakai bikini doang, kalau pelaku sudah berniat buruk dia pasti akan tetap melakukan. Dan itu bukan salah korban.

KADAR NGESELIN: 10/10 (TAK SOBEK-SOBEK! TAK SOBEK-SOBEK!)

 

 

Sumber:

http://www.independent.co.uk/news/uk/home-news/father-s-day-2014-study-shows-men-are-more-emotionally-sensitive-than-women-they-re-just-also-better-9532945.html

www.buzzfeed.com/ailbhemalone/19-examples-of-everyday-sexism#.upBxzEwyE

 

Sumber foto utama:

newlywednotdead.com