10 Tips Berantem Secara Adil dan Beradab

/, Blog/10 Tips Berantem Secara Adil dan Beradab

10 Tips Berantem Secara Adil dan Beradab

2016-03-23T10:59:53+00:00 23-Maret, 2016|Categories: Artikel, Blog|

Berantem. Selalu enggak enak kalau dijalanin, tapi sama sekali enggak bisa dihindarin. Mulai dari ngambek-ngambek manja sampai cekcok yang kayak telenovela, pasangan mana pun pasti pernah berantem.

Demi menjaga hubungan (dan kewarasan) kamu, pasti kamu mau pertengkaran apa pun bisa diselesaikan dengan baik dan cepat. Untuk membantu kamu, Sobat ASK punya 10 tips atau peraturan dasar untuk berantem dengan pacar secara adil dan beradab. Nih!

1. Jangan emosian dan mengumpat.

Iya, dia ngeselin. Iya, kamu pengen jawil-jawil pipi dia pakai jepitan jemuran. Dan iya, kamu perlu melampiaskan emosi. Tapi, kamu juga perlu menahan diri. Melampiaskan emosi secara berlebihan–apalagi sampai mengumpat dan menghina pasanganmu–hanya akan membuat situasi semakin panas dan membuat pasanganmu semakin kesal. Sebisa mungkin, hadapi masalah dengan kepala dingin.

2. Tekankan bahwa kamu peduli padanya ingat, dia juga peduli padamu.

Pada dasarnya, kamu berantem bukan karena hobi. Tapi karena ada masalah yang memang perlu kamu hadapi dengan dia. Tekankan padanya bahwa kamu peduli pada dia, pendapat dia, dan kebutuhan dia. Jelaskan bahwa kamu juga enggak mau berlama-lama berantem. Ingatkan dirimu sendiri: dia pun malas berantem terlalu lama. Dia pun peduli padamu.

Percaya deh, ini bakal membantu kamu menenangkan diri.

3. Kamu bukan tuhan. Kamu juga bisa salah.

Tidak ada asap tanpa api. Mungkin dia ngambek karena masalah yang dia mulai sendiri. Itu tandanya kamu punya pacar yang drama. Selamat ya.

Tapi, pasti ada yang memicu drama itu. Tempatkan dirimu di posisinya, cobalah bersimpati, dan ingatlah bahwa kamu juga bisa salah. Sekalian introspeksi saja.

4. Jangan gengsi untuk meminta maaf. Tapi jangan dikit-dikit minta maaf juga.

Omong-omong soal salah, jangan gengsi untuk meminta maaf bila rupanya kamu pun salah. Ingat, yang penting bukan ego kamu atau ego dia. Yang penting masalahnya bisa selesai dengan baik.

5. Jelaskan kekhawatiranmu sebelum mencoba menyelesaikan masalah. Dengarkan juga kekhawatirannya.

Selesai dengan cepat bukan berarti asal selesai. Jangan langsung tembak dan cari penyelesaian masalah. Obrolin dulu, apa yang membuat dia kesal? Apa yang membuat kamu kesal? Kekhawatiran atau perasaan tidak enak apa yang kalian rasakan? Dengarkan baik-baik curhat masing-masing dan buka pikiranmu. Pelajari kenapa dia bersikap seperti itu. Kalian harus bisa memahami posisi masing-masing dan bersimpati pada satu sama lain.

6. Kalau ada sifat atau kecenderungan pasanganmu yang ngeselin, kasih contoh spesifik.

Jangan cuma bilang “Kamu kan orangnya suka begitu!” Lah, begitu itu gimana?

Berikan contoh yang spesifik. “Aku kurang suka waktu kamu melakuan ini, karena menurutku…” Tunjukkan kelakuan, ucapan, atau kecenderungan apa yang membuat kamu merasa tidak nyaman.

7. Fokus pada APA yang benar, bukan SIAPA yang benar.

Kalian berdua tidak sedang berusaha membela diri atau menjadi jagoan yang benar atau salah. Yang terpenting adalah, masalah yang kalian hadapi bisa selesai dengan baik – bukan siapa yang menang atau kalah. Sebisa mungkin, selesaikan masalah secara objektif dan berkepala dingin.

8. Pertimbangkan semuanya.

Kenapa dia marah? Apa yang dia rasakan? Apakah dia sering marah sampai segitunya? Apakah pasanganmu terbiasa berkompromi? Apakah kamu yang salah?

Ingat untuk selalu melihat semuanya dari dua sisi. Jangan cuma berharap menang argumen dan mendapatkan apa yang kamu mau.

9. Enggak selalu harus ada yang menang atau kalah. Sekali-kali, kompromi saja.

Apakah hal yang kalian pertengkarkan itu penting? Apakah hal itu membuat perasaan kalian pada satu sama lain berubah? Apakah kamu merasa tidak nyaman karena prinsip atau moral kamu terlanggar? Kalau jawabannya iya, kamu perlu mempertahankan posisimu. Kalau jawabannya tidak, mungkin kamu bisa berkompromi.

Kalian tidak mungkin sepakat dalam segalanya. Sesekali, berkompromi atau sepakat untuk tidak sepakat itu boleh, kok.

10. Sebisa mungkin, cari solusi yang sama-sama menguntungkan.

Misalnya, kamu lagi pengen makan pizza. Tapi pacarmu mau malam mingguan sambil ngobrol di taman. Terus, kenapa enggak bungkus pizzanya dan makan bareng di taman?

Kamu bisa berkompromi. Kamu bisa juga sepakat untuk tidak sepakat. Tapi sebaiknya, kalian cari solusi yang sama-sama menguntungkan–atau solusi yang di luar dugaan kalian sama sekali. Mungkin, kalau kamu dipaksa ke taman atau dia dipaksa makan pizza, bakal ada yang manyun semalaman. Tapi, ternyata lagi ada film baru yang seru tuh di bioskop. Ya sudah, kenapa enggak ke bioskop aja?
Pasangan yang harmonis dan oke pasti bisa menyelesaikan pertengkaran secara adil dan beradab. Cuma, kalau pasangan kamu ngeselin atau hubungan kamu enggak sehat, jangan khawatir karena #KamuTidakSendirian. SobatASK kenal banyak banget konselor yang bisa jadi teman ngobrol dan curhat kamu, dan dengan senang hati ngebantu kamu mencari penyelesaian masalah. Buka-buka aja di Direktori Layanan kami! ☺

 

Sumber:
loveisrespect.org/healthy-relationships/conflict-resolution
huffingtonpost.com/rory-vaden/conflict-resolution_b_1474742.html
rd.com/advice/relationships/14-ways-resolve-conflicts-and-solve-relationship-problems/

 

Sumber foto:
fightersgeneration.com