Kalau Kamu Korban Kekerasan Psikis, Jangan Lupa 5 Hal Ini

/, Blog/Kalau Kamu Korban Kekerasan Psikis, Jangan Lupa 5 Hal Ini

Kalau Kamu Korban Kekerasan Psikis, Jangan Lupa 5 Hal Ini

2016-04-14T10:00:42+00:00 14-April, 2016|Categories: Artikel, Blog|Tags: , , |

Bayangkan ada temanmu yang dari luar, kelihatannya baik-baik saja dengan pacarnya. Mereka hobi mengumbar kemesraan di media sosial, enggak ada bekas lebam atau luka di tubuhnya, dan hubungan mereka berjalan lancar juga direstui orang tua. Tapi, begitu dia curhat sama kamu, dia mengakui bahwa dia enggak bahagia sama sekali di hubungan itu. Pacarnya kelewat cemburuan, dia merasa dikendalikan, dan dia banyak diancam. Waduh.

Kalau hal ini terjadi sama teman kamu, atau malah sama kamu, artinya hubungan kamu enggak sehat, dan kamu atau teman kamu udah jadi korban kekerasan psikis. Buat kamu yang ada di situasi ini, ingat ya…

 

1. Kamu Berhak Diperlakukan dengan Baik

Hey, kamu manusia juga. Kamu berhak didengarkan pendapatnya, kamu berhak mengejar impianmu, dan kamu berhak untuk mencintai dan dicintai secara tulus. Lebih penting lagi, kamu berhak diperlakukan secara manusiawi. Kalau kamu enggak nyaman ciuman atau berhubungan seks, misalnya, pacarmu enggak berhak sok ngambek biar kamu merasa enggak enak dan nurut sama kemauan dia.

 

2. Kamu Tidak Bisa Mengubah Pasanganmu

Seorang pelaku kekerasan psikis tidak akan berubah hanya karena kamu beri kasih sayang. Mereka juga perlu belajar bahwa tindakan mereka salah. Kamu tidak bertanggung jawab atas tindakan mereka. Kamu mungkin merasa bahwa cuma kamu yang bisa ngertiin dia, atau bahwa dia orang yang baik meski di luarnya begitu. Tapi itu tidak berarti dia berhak memperlakukanmu dengan buruk.

 

3. Sebaiknya, Tidak Usah Membalas

Membalas kekerasan dengan kekerasan juga hanya akan memperkeruh suasana. Sebaiknya, jaga emosi kamu dan jangan memberi respon yang tidak baik. Sebisa mungkin, saat terjadi argumen yang enggak menyenangkan, jangan balas. Berjalan menjauh saja, tarik nafas panjang, atau tinggalkan obrolan.

 

4. Pahami Konsekuensi Jangka Panjang Sebuah Hubungan yang Tidak Sehat

Hubungan yang tidak sehat bisa membuat kamu merasa tertekan dan berujung pada masalah fisik dan psikologis. Mulai dari migraine dan arthritis sampai masalah kejiwaan seperti depresi dan stres, jika situasinya parah kamu pun lebih berisiko terpapar infeksi menular seksual atau mendapat kehamilan yang tak diinginkan.

 

5. Cari Dukungan dari Orang Lain

Kamu tidak sendirian, dan tidak perlu sendirian. Ceritalah pada teman atau keluargamu dan minta mereka memberi dukungan moral padamu. Mereka bahkan bisa membantu kamu meninggalkan hubungan tidak sehat tersebut dan jadi teman curhat yang baik. Kabari mereka jika kau butuh bantuan, orang-orang terdekatmu pasti mau membantumu.

 

Selain ke teman atau keluarga, kamu juga bisa ngobrol sama konselor atau klinik yang bisa memberi bantuan profesional buat kamu. Jangan khawatir, mereka enggak ngeri dan enggak akan menghakimi kamu, kok. SobatASK kenal banyak konselor ramah remaja yang nyaman diajak ngobrol dan enggak bikin kantong kering. Temui saja mereka di Direktori Layanan kami ūüôā

 

 

Sumber:

wikihow.com/Deal-with-Emotional-Abuse

 

Sumber foto:
http://sites.duke.edu/