JANGAN Mengucapkan 13 Hal Ini ke Seseorang yang Depresi

/, Blog/JANGAN Mengucapkan 13 Hal Ini ke Seseorang yang Depresi

JANGAN Mengucapkan 13 Hal Ini ke Seseorang yang Depresi

2016-11-01T16:04:30+00:00 1-November, 2016|Categories: Artikel, Blog|Tags: , , |

Depresi bukan persoalan main-main. Seseorang yang depresi bisa kacau balau ritme hidupnya, kehilangan kemampuan dan kemauan untuk menjalankan hidup sehari-hari, dan bahkan ingin bunuh diri. Mereka akan merasa rendah diri, lemah, dan tidak berguna.

Jadi, butuh strategi khusus untuk menemani kawanmu yang sedang mengalami depresi. Termasuk apa yang bisa dan enggak bisa kamu katakan pada mereka. Berikut ini ucapan-ucapan yang haram banget diucapin ke seseorang yang lagi depresi.

 

1. “Orang lain juga bisa sedih kok, enggak usah berlebihan deh.”

Pertama, orang lain memang bisa sedih, tapi ini depresi. Depresi itu beda banget dari sekadar sedih. Enggak ada orang yang memilih untuk depresi.

Mending bilang: “Wah, ternyata kamu sedang tidak enak hati ya. Apa yang bisa aku bantu?”

 

2. “Besok juga kamu sudah mendingan.”

Hidup dari satu hari ke hari berikutnya itu sudah berat banget bagi seseorang yang depresi. Mengucapkan hal ini hanya akan memberinya lebih banyak tekanan. Dan lebih penting lagi: depresi tidak akan otomatis hilang hanya karena seseorang sudah tidur nyenyak.

Mending bilang: “Ayo, kita lalui hari ini bareng. Aku ada untukmu, kok.”

 

3. “Hidup emang enggak adil.”

Depresi itu gangguan jiwa yang serius, bukan kegalauan sementara. Mengucapkan kata-kata seperti di atas hanya akan membuat mereka merasa semakin terpojokkan, karena kamu seolah tidak menghargai perasaannya.

Mending bilang: “Aku tahu kelihatannya hidup sedang berat, tapi kita pasti bisa melaluinya bersama. Yuk!”

 

4. “Ya udah sih, enggak usah baper. Biasa aja kali.”

Sekali lagi, depresi bukan pilihan. Kalau dia bisa memilih, pasti dia bakal memilih untuk bersikap “biasa aja.” Ucapan ini bisa bikin mereka merasa semakin rendah diri.

Mending bilang: “Kamu tidak perlu menghadapi semuanya sendirian. Ada aku kok.”

 

5. “Hidup masih panjang, kok.”

Satu hal yang perlu diingat dari seseorang yang depresi: mereka tidak melihat bahwa ada jalan keluar. Mereka sudah nyaris sepenuhnya putus harapan, dan enggak mau tahu bahwa hidupnya “masih panjang.”

Mending bilang: “Masih banyak hal seru yang bisa kita lakukan bareng, kok!”

 

6. “Aku tahu perasaan kamu. Dulu, aku pernah depresi juga kok.”

Kami menghargai usahamu untuk bersimpati. Tapi, depresi bukan sesuatu yang seragam. Pengalaman setiap orang berbeda dan unik. Lebih penting lagi, masih banyak orang yang enggak bisa membedakan depresi dengan galau. Pengalaman seseorang yang depresi dengan pengalaman seseorang yang galau berat itu beda banget, lho.

Mending bilang: “Aku enggak bisa membayangkan gimana rasanya, tapi aku akan coba memahami sebisa mungkin.”

 

7. “Kayaknya pikiranmu itu cuma di dirimu sendiri ya.”

Lha, iyalah. Gimana caranya mikirin penderitaan orang lain, kalau kamu sendiri masih sengsara? Lagi-lagi, depresi itu bukan pilihan. Seseorang yang depresi enggak mau juga merasa seperti ini.

Mending bilang: “Aku bisa bantu apa?”

 

8. “Ya udah, seneng-seneng aja biar lupa!”

Bung dan nona, depresi enggak akan sembuh hanya dengan nonton film di mall atau menyambangi konser terdekat. Depresi jauh lebih serius dari itu. Penanganannya pun nggak sesederhana senang-senang dan bisa lupa karena itu.

Mending bilang: “Kita udah lama enggak ketemuan nih. Mau aku jemput gak? Ngopi yuk!”

 

9. “Kamu cuma bikin aku stress aja.”

Oke. Kita ulang lagi ya: depresi bukan pilihan. Dia juga enggak mau bikin kamu stres. Kalau kamu bilang ini, kamu hanya menambah bebannya karena dia jadi merasa merepotkanmu.

Mending bilang: “Ngobrol, yuk. Kamu belakangan ini mikir apa?”

 

10. “Kamu itu enggak bersyukur banget sih.”

Punya uang banyak, nilai tinggi, keluarga harmonis, dan pacar idaman tidak menghalangi seseorang mengalami depresi. Lebih lagi, depresi bisa terjadi begitu saja tanpa pemicu yang jelas.

Mending bilang:“Wah, aku baru tahu kamu lagi down. Cerita dong..”

 

11. “Kamu perlu lari biar enggak stress!”

Olahraga memang bisa mengurangi dampak depresi. Namun, mana enak kalau mereka cuma disuruh-suruh olahraga sendirian. Malah tambah baper.

Mending bilang: “Aku perlu temen lari nih. Barengan, yuk!”

 

12. “Kamu cuma perlu keluar dari rumah!”

Keluar dari rumah–bahkan dari kasur–itu susah banget untuk seseorang yang depresi. Apalagi kalau mereka cuma disuruh-suruh.

Mending bilang: “Daripada kamu sendirian di rumah, aku mampir deh. Setelah itu, kita jalan-jalan yuk!”

 

13. “Kamu kan kuat. Kamu bakal baik-baik saja, kok.”

Maksudmu memang baik. Tapi, depresi akan membuat dia merasa lemah dan tak bisa apa-apa. Dia sama sekali tidak merasa kuat, dan justru sedang perlu dikuatkan.

Mending bilang: “Aku percaya kamu bisa bangkit. Apapun yang terjadi, aku akan selalu ada untuk kamu.”

Depresi adalah kondisi serius yang tidak bisa mereka kendalikan begitu saja. Bersabarlah dengan mereka, dan yang paling penting: ajak mereka untuk mencari bantuan konselor atau psikolog profesional. Hanya mereka yang paling ahli dalam menangani kasus depresi, dan punya wewenang untuk memberi terapi dan obat yang mungkin diperlukan temanmu. Temui layanan konseling terdekat di Direktori Layanan kami.

 

 

Sumber:
buzzfeed.com