5 Tanda Kamu Mengalami Trauma

//5 Tanda Kamu Mengalami Trauma

5 Tanda Kamu Mengalami Trauma

2017-03-13T12:20:23+00:00 13-Maret, 2017|Categories: Artikel|Tags: , , , |

Hidup memang enggak sempurna. Tapi dari sejuta hal menyebalkan yang terjadi pada kita, ada hal-hal yang membekas lebih lama dan bahkan menjadi trauma.

Mulai dari masalah keluarga seperti perceraian orang tua, tragedi pribadi seperti kehilangan orang yang disayangi, masalah di pekerjaan atau akademis, hingga menjadi korban kekerasan dalam pacaran, banyak hal bisa membuat seseorang trauma dan kesulitan menjalani kehidupan sehari-hari.

Tapi, apa bedanya trauma dengan stress biasa? Lima hal ini bakal terjadi kalau kamu jadi korban trauma.

 

Kamu takut berinteraksi dengan dunia.

Saat kamu trauma, hal-hal paling kecil sekali pun bisa membuat luka lama terbuka kembali. Mulai dari topik obrolan dengan temanmu, kegiatan, bahkan lagu-lagu tertentu. Seorang teman kami, misalnya, trauma setiap kali menonton film komedi karena pernah jadi korban kekerasan dalam pacaran dan mantan pacarnya itu hobi nonton film komedi.

Korban trauma biasanya menghindar dari hal apa pun yang bisa mengingatkan mereka akan traumanya, walaupun hal itu sebenarnya mereka sukai. Enggak jarang korban trauma meninggalkan hobi atau passion-nya gara-gara trauma.

Badan juga akan bereaksi: korban bakal merasa mual, kejang-kejang otot, dan perut mulas.

 

Pikiranmu bercabang ke mana-mana.

Trauma sama sekali enggak mengenal logika. Pikiran korban trauma bakal berkecamuk dan kadang merasa tidak mampu berpikir secara runtut. Beberapa korban bahkan mulai merasa seperti berhalusinasi, seolah-olah mereka tidak benar-benar hidup dan semua ini hanya imajinasinya saja.

Mereka juga bakal terlihat seperti tidak peduli pada sekitarnya dan susah berhubungan dengan orang lain. Atau setidaknya, berinteraksi dengan orang lain butuh usaha lebih dari biasanya.

 

Terus mengingat kejadian traumatis.

Ini sih sudah jelas, korban bakal teringat terus tentang kejadian traumatis tersebut, bahkan bisa sampai kebawa mimpi. Seperti yang sudah kami tulis di poin pertama, hal-hal terkecil sekali pun bisa membuat korban merasa seperti mereka sedang mengalami lagi kejadian traumatis tersebut.

 

Mulai tidak sehat secara fisik.

Ketika otakmu tidak sehat, badanmu akan tidak sehat pula. Biasanya, korban trauma lebih rentan mengalami jantung berdebar-debar, otot kejang, sakit kepala, sakit perut, dan rasa sakit kecil-kecilan di sekujur tubuh.

Lebih parah lagi, ritme tidur kamu bakal terganggu. Insomnia, alias kesulitan tidur, sangat umum di kalangan korban trauma. Kalaupun korban tidur, dia bakal diganggu oleh mimpi-mimpi buruk yang justru bikin tidurnya enggak nyenyak. Beberapa korban bahkan sering terbangun di tengah malam dengan jantung berdebar-debar dan perasaan was was.

Dampaknya, karena kamu kurang tidur, daya tahan tubuh kamu turun. Walhasil, korban lebih rentan terkena penyakit seperti flu dan demam, dan lebih mudah merasa kelelahan.

 

Sulit berfungsi seperti biasanya.

Korban trauma akan kesulitan berfungsi dalam kehidupan sehari-hari. Dia bakal kesulitan konsentrasi, lebih mudah marah, lebih sensitif, dan selalu terlihat parno dan tegang. Mood-nya juga bakal enggak karuan dan mudah sekali bergonta-ganti.

Tentu saja, ini bakal berdampak ke kegiatannya di kampus, sekolah, atau pekerjaan. Korban trauma seringkali merasa kesulitan menyelesaikan pekerjaan sehari-hari.

 

Apakah kamu kenal seseorang yang mengalami trauma? Atau kamu sendiri yang pernah trauma? Jangan khawatir karena kamu tidak sendirian. Kami kenal banyak teman yang bisa membantu kamu melalui masa-masa sulit ini.

Temui mereka di Direktori Layanan kami.

 

 

Sumber
healthline.com/health/acute-stress-disorder#Symptoms4
harleytherapy.co.uk/counselling/7-warning-signs-acute-stress-reaction-emotional-shock.htm