7 Cara Kamu untuk Jadi Laki-Laki yang Enggak Seksis

/, Blog/7 Cara Kamu untuk Jadi Laki-Laki yang Enggak Seksis

7 Cara Kamu untuk Jadi Laki-Laki yang Enggak Seksis

2017-04-12T11:56:58+00:00 12-April, 2017|Categories: Artikel, Blog|Tags: , , |

Iya, kita tinggal di dunia yang enggak adil. Masih banyak orang yang diperlakukan dengan enggak setara hanya karena jenis kelamin, orientasi seksual, kepercayaan, suku bangsa, hingga pilihan politiknya. Salah satu pihak yang paling sering menghadapi diskriminasi sejak ia lahir adalah perempuan.

Kita memang tinggal di dunia di mana seperti dalam sebuah lagu, “wanita dijajah pria sejak dulu.” Tapi, enggak harus selamanya begitu. Buat kamu yang laki-laki, ada langkah-langkah yang bisa kamu lakukan untuk mengubah pola pikirmu sendiri supaya kamu enggak seksis alias mendiskriminasi orang berdasarkan jenis kelaminnya.

Misalnya…

 

Belajar mendengarkan sampai akhir.

Riset dari George Washington University menunjukkan bahwa dalam percakapan sehari-hari perempuan lebih sering dipotong omongannya ketimbang laki-laki. Enggak cuma laki-laki yang melakukan ini, sesama perempuan juga melakukan.

Biasakan untuk lebih banyak mendengar dan lebih sedikit menyela. Belajarlah untuk lebih banyak mencoba memahami dan lebih sedikit menghakimi. Perempuan adalah manusia yang setara dengan laki-laki. Jadi, kalau kamu bisa menghormati omongan laki-laki, kenapa kamu enggak bisa menghormati omongan perempuan?

 

Sadari bahwa perempuan tidak wajib mendidikmu.

Ajari dirimu sendiri tentang seksisme dan bagaimana masyarakat mendiskriminasi perempuan dalam kehidupan sehari-hari. Apakah kamu boleh bertanya pada perempuan supaya kamu tahu lebih lanjut? Boleh banget, malah sebaiknya begitu. Tapi, perempuan enggak wajib menjelaskannya padamu. Tanggung jawab untuk mulai mencari tahu tentang seksisme itu ada di tanganmu. Kamu yang bertanggung jawab untuk introspeksi dan mencari tahu cara-cara agar kamu enggak ikut mendiskriminasi perempuan.

 

Cari tahu apakah kamu sudah memberi kesempatan pada perempuan.

Apakah di kampus atau kelasmu masih aneh jika ada perempuan yang jadi Ketua OSIS, Ketua BEM, atau semacamnya? Apakah di rumahmu, kakakmu yang perempuan masih diingatkan agar enggak tinggi-tinggi amat pendidikannya atau dihardik kalau dia jangan terlalu galak, supaya calon suaminya nanti enggak takut sama dia?

Cari tahu apakah kamu dan dunia di sekitarmu sudah benar-benar memberi kesempatan pada perempuan untuk berkembang dan tumbuh menjadi manusia, sesuai dengan cita-cita dan harapan mereka masing-masing. Pikirkan hal apa saja yang membuat perempuan masih belum mendapat kesempatan yang setara dan apa yang bisa kamu lakukan untuk mengubah keadaan itu. Lakukan perubahan dari lingkup terkecil.

 

 

Cari tahu apakah kamu sendiri masih seksis.

Apakah kamu masih sering bercanda cabul tanpa seizin perempuan yang mungkin ada di sekitarmu? Apakah kamu masih kepikiran bahwa korban pemerkosaan atau pelecehan seksual itu ada juga bersalah? Apakah kamu sendiri enggan kalau dipimpin sama perempuan atau malas kalau disuruh-suruh oleh perempuan karena merasa laki-laki harusnya jadi pemimpin?

Coba introspeksi dan tanyakan ke dirimu sendiri, seberapa jauhkah kamu berpartisipasi dalam budaya yang mendiskriminasi perempuan?

 

Gali perspektif perempuan.

Baca buku tentang feminisme, tentang perempuan, dan tentang gender. Bosan dengan buku-buku sastra ala Tere Liye atau puisi galau ala Sapardi Djoko Damono? Jajal penulis perempuan. Cari tahu sudut pandang perempuan dan dengarkan cerita mereka. Yang kamu temukan dan kamu baca mungkin akan mengejutkanmu.

 

Hormati Perempuan Sebagai Manusia

Beri mereka kesempatan yang sama, beri mereka pengertian yang sama, dan jangan anggap mereka lebih rendah atau lebih tinggi dari laki-laki. Pahami bahwa mereka juga manusia, sama sepertimu. Mereka bisa marah, galau, sedih, senang, gembira, jatuh cinta, dan patah hati, sama seperti kamu. Mereka belum tentu mau diganggu, belum tentu mau jadi teman curhat, dan belum tentu lemah lembut, sama seperti kamu. Sama sepertimu, mereka berhak menjadi diri mereka sendiri tanpa harus minta izin ke orang lain.

 

Cari laki-laki lain yang sedang belajar juga.

Ada banyak kok laki-laki lain yang mencoba untuk memperluas sudut pandang mereka dan berusaha enggak mendiskriminasi perempuan. Kamu bisa ngobrol dengan teman-teman di Aliansi Laki-laki Baru, misalnya. Kamu bisa juga ngobrol saja sama komunitas atau konselor sebaya di kotamu.

 

 

Sumber:
everydayfeminism.com/2017/03/dear-men-who-wish-to-be-allies/
http://www.thedebrief.co.uk/news/real-life/women-are-more-likely-to-be-interrupted-than-men-says-new-study-20140511293