6 Tips Sebelum Kamu Ke Klinik untuk Pertama Kalinya

/, Blog/6 Tips Sebelum Kamu Ke Klinik untuk Pertama Kalinya

6 Tips Sebelum Kamu Ke Klinik untuk Pertama Kalinya

2017-08-21T11:01:35+00:00 21-Agustus, 2017|Categories: Artikel, Blog|Tags: , , |

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”DENGAR”]
Oke, mungkin nasihat dari kami ada juga yang kena ke kamu karena akhirnya kamu mau cek kesehatan ke klinik! Selamat! Hore! Pesta pora!

Tapi, ada masalah: kamu belum pernah ke klinik sebelumnya, dan kamu gugup. Tidak apa-apa, kok, kami paham. Mungkin kamu merasa aneh banget datang ke klinik, atau merasa canggung dan takut dihakimi oleh dokter dan perawat yang menyebalkan. Mungkin, kamu butuh tips dari orang yang sudah pernah ke klinik untuk cek kesehatan reproduksi sebelumnya.

Jangan khawatir. Berikut hal-hal yang sebaiknya kamu perhatikan sebelum kamu berangkat ke klinik untuk kali pertama.

 

Cari Klinik yang Pas Untukmu

Kabar baiknya, sekarang hampir semua puskesmas menyediakan layanan tes kesehatan reproduksi, tes untuk mendeteksi HIV, dan tes NAPZA. Kabar buruknya, kualitas dari peralatan yang ada di puskesmas tersebut belum tentu merata baiknya.

Jadi, tips dari kami, cari puskesmas yang secara khusus mengadakan layanan ramah remaja atau setidaknya dikenal memiliki tenaga medis yang ahli dan enggak menghakimi. Kamu bisa mendapat informasi soal puskesmas seperti ini dari konselor terdekat, atau hubungi jami

Kalau ada dua pilihan: puskesmas di depan rumahmu yang sangat dekat tapi belum tentu bagus layanannya atau puskesmas yang harus naik ojek sedikit tapi kamu sudah dapat rekomendasi kalau itu layanannya bagus, mending ambil yang jelas berkualitas.

Percaya deh, datang ke klinik untuk pertama kali itu sudah agak ngeri rasanya. Jangan bikin tambah pusing dengan mendatangi puskesmas yang belum tentu bagus. Kamu bakal kayak beli kucing dalam karung.

 

Ketahui Perilakumu Sendiri

Apakah kamu pernah melakukan hubungan seks? Kalau iya, kapan terakhir kali? Bagaimana kondisi lingkungan sekitar tempat tinggalmu? Apakah kamu pengguna narkoba suntik? Apakah kamu pernah melakukan hubungan fisik yang lebih dari ciuman?

Ketika kamu datang ke klinik untuk cek kesehatan, pertanyaan semacam ini bakal muncul. Mereka bukannya kepo–mereka harus tahu apakah kamu memang berhadapan dengan situasi yang membuatmu berisiko terkena infeksi menular seksual. Kalau kamu pernah berhubungan seks tanpa pakai kondom dalam waktu tiga bulan terakhir, misalnya, kamu jelas lebih berisiko terkena raja singa dan infeksi lainnya ketimbang orang yang enggak pernah berhubungan seks.

Selain itu, perhatikan kondisi tubuhmu sendiri. Apakah ada yang enggak wajar dari tubuhmu–terutama alat kelaminmu? Apakah keputihanmu berwarna coklat pekat? Apakah kamu mensnya enggak teratur? Apakah ada luka yang enggak sembuh-sembuh di penismu? Apakah kamu terasa sakit setiap setelah berhubungan seks? Semua ini bisa jadi gejala infeksi menular seksual, jadi sadari semuanya sebelum kamu berangkat ke klinik.

 

Telepon dulu Kliniknya

Ini wajib. Bukan dianjurkan, bukan disarankan, tapi WAJIB. Telepon kliniknya, cari tahu apakah mereka menyediakan layanan yang kamu mau, dan kalau bisa tanya-tanya dulu ke orang kliniknya sebelum berangkat.

Mimin misalnya, menelpon salah satu puskesmas di tempat tinggal mimin sebelum berangkat untuk tes HIV & rajasinga. Setelah bertanya ke resepsionis soal layanan kesehatan reproduksi (tes HIV, kesehatan kelamin, dsb), mimin diarahkan ke poliklinik yang disebut Poli Sahabat. Akhirnya, pas mimin berangkat ke puskesmas tersebut, Mimin langsung saja daftar dan tanya di mana Poli Sahabat.

Ketika mimin datang, mimin sudah tahu mau minta layanan apa dan mereka pun tahu mimin akan datang. Kamu jadi lebih santai. Karena, enggak ada yang lebih nyebelin daripada mengumpulkan keberanian dan berangkat jauh-jauh ke puskesmas untuk cek kesehatan, tapi ternyata layanan yang kamu mau enggak ada, dokternya lagi enggak di lokasi, atau kliniknya sudah tutup.

 

Pahami: Jam Buka Klinik Biasanya rada Nyentrik

Beberapa klinik yang benar-benar ramah remaja buka sampai sore dan di akhir pekan, waktu yang pas untuk anak sekolah. Beberapa klinik cuma buka di hari dan jam kerja. Beberapa klinik buka kalau kebetulan dokter atau konselornya lagi di lokasi saja. Berhubung ini Indonesia, enggak semua klinik dan puskesmas sedisiplin itu.

Di sinilah pentingnya menelpon klinik tersebut jauh-jauh hari dan menyediakan waktu khusus untuk datang ke sana. Puskesmas yang mimin datangi, misalnya, buka jam 8 pagi, istirahat pada 12.00-13.00 dan buka sampai pukul 15.00.

Kamu juga bisa mengira-ngira, kapan kliniknya lagi sepi sehingga kamu enggak harus terlalu lama mengantri. Saran kami, entah datang pagi-pagi atau persis jam makan siang. Jadi, kamu mengantre duluan karena kamu sudah antre saat semua calon pasien lain masih keluar makan siang.

 

Bawa Sesuatu Agar Enggak Bosan Mengantri

Kalau kamu kebetulan dapat puskesmas yang ramai, bawa sesuatu untuk menemanimu antre. Bawa buku untuk dibaca, charge ponselmu dan pastikan paket data kamu menyala, apa saja agar kamu enggak mati bosan. Enggak semua klinik bakal memaksa kamu untuk mengantri berabad-abad kok–sebagian bisa janjian dulu, sebagian memang enggak ramai-ramai amat entah karena daerahnya sepi atau karena kamu tiba di saat yang tepat. Tapi, mending bawa sesuatu sebagai cadangan.

 

Jangan Kaku-Kaku Amat

Kalau kamu sudah melaksanakan langkah-langkah di atas dengan baik dan benar, sebenarnya tes kesehatan enggak sengeri itu. Memang, enggak semua infeksi menular seksual bisa disembuhkan. Sebagian–seperti herpes dan HIV–enggak pernah sembuh sepenuhnya. Virus tersebut masih ada di tubuh, namun dengan perubahan gaya hidup dan obat yang sesuai, virus tersebut bisa mati suri dan enggak kambuh.

Tapi, faktanya, semua infeksi menular seksual bisa dihadapi dengan obat-obatan yang pas. Syphyllis alias rajasinga, misalnya, bisa dibabat habis dengan obat antibiotik tertentu. Bahkan orang dengan HIV & AIDS pun masih memiliki peluang untuk hidup panjang, bahagia, dan bermakna–jika mereka rutin ke klinik dan meminum obat yang memang mereka butuhkan, mereka bisa bertahan hidup.

Jadi, enggak usah tegang. Hanya karena kamu terindikasi positif syphillis, bukan berarti mendadak penismu bakal layu dan copot. Hanya karena dokter merasa ada yang salah dengan siklus menstruasimu, bukan berarti kamu enggak akan pernah berketurunan. Semua penyakit ada kesembuhannya. Jadi, enggak usah takut. Lempeng dan santai saja. Yuk, cek ke klinik!